Showing posts with label Malaysia. Show all posts
Showing posts with label Malaysia. Show all posts

Wednesday, February 6, 2019

Marquez Tercepat di Sepang

Mark Marquez sedang menjalani sesi test di Sepang Malaysia. | Sumber : tribunnews.com

Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, mencatatkan lap tercepat pada hari pertama uji coba resmi pra-musim 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Rabu (6/2). Marquez mencatatkan waktu satu menit 59,621 detik di depan pembalap Suzuki, Alex Rins, dan pembalap Yamaha, Maverick Vinales.

Sebagaimana dilaporkan laman resmi MotoGP, uji coba hari pertama yang digelar tengah hari ini diwarnai dengan melonjaknya temperatur cuaca di Sepang. Panas dari langit menyebabkan temperatur lintasan bahkan mencapai 56 derajat celcius.

Situasi ini membuat Ducati menggunakan garpu depan aero (aero forks) untuk menurunkan temperatur. Perubahan itu membuat dua pembalap Ducati, Danilo Petrucci, mencatatkan lap tercepat keempat sementara rekannya yang merupakan runner-up musim lalu, Andrea Dovizioso, tampil di posisi kedelapan.

Marquez sendiri tak menyelesaikan uji cobanya sampai dengan akhir waktu yang telah disediakan. Uji coba di Sepang adalah momen di mana pembalap Repsol Honda asal Spanyol tersebut kembali ke lintasan setelah menjalani operasi cedera bahunya.

Alex Rins berada di posisi kedua dengan catatan waktu satu menit 59,880 detik. Sementara itu, Vinales tampil di posisi ketiga dengan catatan waktu satu menit 59,937 detik.

Sementara itu, legenda Italia yang bertarung untuk Yamaha, Valentino Rossi, berada di posisi keenam dengan catatan waktu dua menit 0,054 detik. Di sisi lain, pembalap tuan rumah yang membalap dengan bendara KTM Tech 3, Hafizh Syahrin, berada di posisi paling belakang dengan catatan waktu dua menit 1,853 detik.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, January 27, 2019

Malaysia Batal Sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Para Renang

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, bersedia batal menggelar Kejuaraan Dunia Para Renang jika diharuskan mengizinkan atlet Israel berpartisipasi dalam helat yang sedianya digelar di Kuching, Malaysia, 24 Juli mendatang itu. (Sumber : International.sindonews.com)

Komite Paralimpik Internasional (IPC) akhirnya membatalkan penunjukan salah satu kota di Malaysia, Kuching, sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Para Renang 2019. Sedianya, kejuaraan ini akan mulai dilaksanakan pada 24 Juli mendatang.

"Ketika salah satu negara mengecualikan atlet dari negara tertentu, untuk alasan politik, tentu kami tidak punya pilihan lain selain mencari tuan rumah baru," ucap Presiden IPC, Andrew Parsons, sebagaimana dipetik dari BBC.

"Politik dan olahraga tidak pernah menjadi kombinasi yang baik dan kami kecewa bahwa atlet Israel tidak diizinkan bertanding di Malaysia."

Pernyataan ini menyusul keputusan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang melarang atlet para renang Israel berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia di negaranya. Mahathir berpendapat larangan ini merupakan bentuk protes terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah Israel terhadap warga Palestina.

Kementerian Luar Negeri Israel mengutuk kebijakan tersebut dan menuduh Malaysia menunjukkan sikap anti-semit. Mereka menganggap sikap negara Melayu ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan Mahathir dalam periode pertamanya sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 1994.

"Seluruh Kejuaraan Dunia harus terbuka untuk seluruh atlet dari negara manapun untuk bersaing dengan bebas dan aman dari diskriminasi," ucap Parsons.

Dalam wawancara dengan BBC, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, mendukung kebijakan Perdana Menterinya. Menurutnya, Malaysia akan kehilangan arah kesadaran dan moral jika menganggap menjadi tuan rumah kejuaraan dunia lebih penting ketimbang membela saudara sesama muslim Palestina yang menjadi korban Israel.

Kejuaraan Dunia Para Renang 2019 merupakan ajang kualifikasi untuk Paralimpik Tokyo 2020. IPC akan memutuskan tuan rumah baru pada 11 Februari mendatang.

Sumber : Akurat.co
Share:

Monday, January 21, 2019

26 Anak Balita Terpaksa Ikut Rasakan Penjara

(Sumber :  flp.or.id)

Sebanyak 26 anak berusia di bawah lima tahun terpaksa ikut merasakan penjara Malaysia selama berbulan-bulan karena ikut terjaring operasi pendatang asing.

Berdasarkan berita acara serah terima dari Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah Malaysia nomor: 0090/PK/01/2019/10/13 tertanggal 17 Januari 2019 jumlah TKI yang diusir sebanyak 150 orang, 26 di antaranya anak balita.

Hal ini telah dikonfirmasi pula oleh Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan Nasution bahwa dari 26 balita tersebut terdiri 15 pria dan 11 perempuan.

Anak balita terpaksa ikut menjalani hukuman sebagaimana yang dijalani orangtuanya karena sama-sama terjaring razia pekerja asing di Negeri Sabah.

Salah seorang TKI yang diusir Pemerintah Malaysia, yakni Samare (46), asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ia mengaku terjaring razia aparat kepolisian Keningau Negeri Sabah bersama anaknya dan seorang cucunya yang masih berusia balita.

"Saya ditangkap sama anak dan satu cucu waktu operasi di rumah di Keningau. Jadi anak dan cucu saya juga masuk penampungan selama tiga bulan lebih baru dibawa ke Nunukan," ujar Samare.

Sumber : Akurat.co
Share: