Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Monday, March 11, 2019

Jaguar I-PACE Sabet Gelar Mobil Terbaik Eropa 2019

Ian Callum, Direktur Desain Jaguar berpose paska kemenangan jaguar I-Pace dalam Geneva International. | Sumber : thedriven.io

Ngopim.blogspot.com - Mobil listrik I-PACE besutan Jaguar meraih gelar Car of The Year 2019 dalam penilaian oleh awak media pada perhelatan Genewa International Motor Show (GIMS) 2019 di Swiss.

Penobatan sebagai mobil terbaik tersebut melibatkan 60 jurnalis otomotif dari 23 negara di Eropa sebagai juri.

Jaguar I-PACE. | Sumber : euronews.com

Jaguar I-PACE telah mengalahkan enam finalis lain yakni Alpine A110, Kia Ceed, Ford Focus, Citroen C5 Aircross, Peugeot 508, dan Mercedes-Benz A-class.

Jaguar I-PACE. | Sumber : newvision.co.ug

Sebenarnya, mobil listrik tersebut mendapat nilai yang sama dengan Alpine A110, yakni 250 poin. Tetapi Jaguar I-PACE dipilih karena mobil ini lebih sering ditempatkan di urutan pertama dalam daftar penilaian para juri.

Selain dari inovasi dan keamanan, ajang ini juga menilai kriteria lain seperti desain dan value, di mana para juri membandingkan harga dengan apa yang konsumen dapatkan dari mobil tersebut.

Mobil yang dirancang dan dikembangkan di Inggris tersebut sukses menjual lebih dari 8.000 unit secara global hingga Maret 2019, dengan 75 persen pelanggannya berada di Eropa.

Jaguar I-PACE diklaim telah menerima sekitar 55 penghargaan di seluruh dunia sejak pertama diperkenalkan pada 2018, termasuk di Jerman, Norwegia, Inggris dan Tiongkok sebagai Car of the Year, TopGear EV of the Year, Green Car of the Year, dan Autobest's ECOBEST Award.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, March 10, 2019

Seperti Ini Penampakan Kontroler Layanan Streaming Game Google

Paten Kontrol Layanan Streaming Game Google. | Sumber : duniagames.com

Ngopim.blogspot.com - Pada awal 2019, Google tengah mengeksplorasi layanan streaming game yang ditenagai oleh Chromecast. Hari ini, Minggu (10/3) perusahaan tersebut menunjukan paten yang dikabarkan akan menjadi kontrol dari layanan tersebut.

Paten tersebut ialah untuk sistem kontrol notifikasi yang memberitahukan pengguna saat permainan tersedia. Pengguna dimungkinkan menerima undangan, peluang status peringkat, dan permintaan obrolan dari pengguna lain, dilansir The Verge, Minggu (10/3), 

Namun, dalam detail paten tersebut terlihat serangkaian ilustrasi yang menunjukan bahwa kontrol juga dirancang untuk permainan, di mana terdapat dual-joystick, tombol arah dan gameplay.

Ilustrasi tersebut juga memperlihatkan icon mikrofon yang mengisyaratkan perangkat tersebut nantinya kompetibel dengan asisten suara.

Akhir bulan ini, Google menjadi tuan rumah Game Developers Conference. Perhelatan tersebut dikabarkan dapat diputar dengan layanan streaming, yang dikabarkan bisa disamakan dengan ‘Netflix for Game’.

Layanan streaming tersebut dibangun dengan teknologi Google yang dikembangkan untuk uji coba Project Stream tahun lalu.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, March 3, 2019

Apple Watch Masa Depan Secara Otomatis dapat Kencangkan Strap-nya Sendiri

Apple Watch series Hermes. | Sumber : computerworld.com

Ngopim.blogspot.com - Cara Apple Watch dikencangkan pada pergelangan tangan pemakai adalah dengan pengguna mengencangkannya sendiri secara manual. Ini berubah dari waktu ke waktu tergantung pada kenaikan berat badan Anda. Tetapi tampaknya di masa depan, Apple Watch Anda dapat mengencangkan sendiri berdasarkan seberapa longgar atau ketat perangkat ini di pergelangan tangan Anda.

Ini berarti bahwa, seiring waktu ketika Anda menambah atau menurunkan berat badan, arloji ini dapat secara otomatis menyesuaikan, sehingga Anda tidak harus melakukannya sendiri. Jadi bagaimana arloji tahu untuk perlu pengetatan? Menurut paten, arloji akan memeriksa toleransi operasional dari sensor kesehatan.

Menurut Apple, unit pemrosesan menentukan keketatan strap berdasarkan sinyal dan melakukan satu atau lebih tindakan. Tindakan tersebut dapat mencakup mengevaluasi sinyal untuk perubahan dalam keketatan strap sesuai dengan toleransi operasional sensor kesehatan, memberikan output yang mengarahkan pengguna untuk menyesuaikan strap untuk meningkatkan operasi sensor kesehatan, memantau perubahan dalam keketatan strap dan menyesuaikan pengukuran yang diperoleh oleh sensor kesehatan, dan sebagainya. 

Ini adalah paten yang menarik, meskipun agak baru. Namun hal itu akan mebuat Apple Watch menjadi paling nyaman untuk pemakainya. Meskipun jika dibayangkan Apple Watch dan strap otomatis seperti itu terbukti akan dijual dengan harga yang tidak murah.

Sumber : Akurat.co
Share:

Monday, February 25, 2019

Tingkatkan Pelayanan, SMI Logistic Center Adopsi Aplikasi WMS dan TMS

Peluncuran Synex Metrodata Indonesia Logistics Center, Senin (25/2), di Pullman Hotel Jakarta.| Sumber : tribunnews.com

Tingkatkan pelayanan, Synnex Metrodata Indonesia (SMI), adopsi sistem tata kelola penyimpanan dan pengiriman logistik berbasis aplikasi digital bernama Warehouse Management System dan Transport Management System untuk Logistic Center-nya.

Agus Honggo Widodo selaku President Derector SMI, menjelaskan pengelolaan logistik center miliknya diperkuat dengan sistem digital bernama Warehouse Management System (WMS) yang mengatur barang masuk dan lokasi penyimpanannya,  Senin (25/2).

Konferensi pers peluncuran Synex Metrodata Indonesia Logistics Center, Senin (25/2), di Pullman Hotel Jakarta. | AKURAT.CO/Tria Sutrisna

“Jadi dalam Logistic Center kita ini, kita memiliki hampir 70ribu item barang. Jadi kalau tidak pakai aplikasi kita mau letakan barangnya dimana kita sudah enggak tau, jadi pada saat barang itu dateng untuk lokasinya dimana itu sudah ditentukan komputer,” ujar Agus, Senin (25/2), dalam Konferensi Pers Peresmian SMI Logistic Center di Pullman Hotel, Jakarta Barat.

Agus mengungkapkan, aplikasi tersebut juga akan menginformasikan kepada pekerja barang mana yang akan diambil dan lokasipenyimpananya. Sehingga mempercepat waktu operasional dan mengurangi tingkat kesalahan dalam mengambil barang.

“Dengan sistem komputer tingkat kesalahan mengambil barang itu akan semakin sedikit. Itu semuanya dijalankan oleh aplikasi sistem yang kita miliki, dan komputer juga bisa tahu barang yang masuk pertama dan kita keluarkan pertama,” tutur Agus.

Lebih lanjut dari segi distribusi logistik, SMI mengadopsi Transport Management System (TMS) yang memiliki beberapa fitur seperti tracking position, fleet information, dan delivery status.

Pihaknya mengkalim aplikasi tersebut memudahkan para driver atau kurir dalam proses distribusi dengan adanya informasi pengambilan barang dan petunjuk arah pengiriman. TMS juga memungkinkan mitra bisnis memantau langsung progress order melalui aplikasi tersebut.

“Jadi barangnya itu sudah ada di handphone mereka (driver) informasinya. Kemudian ditunjukan jalan mana yang paling cepat untuk sampai kepada tujuannya dengan google maps yang ada di aplikasinya, dan ketika sampai ke konsumennya, sudah tidak pakai kertas lagi karena sudah ada tanda terima di dalam aplikasi handphone tersebut,” jelas Agus.

Agus mengatakan, ketika proses distribusi selesai dan barang telah diterima konsumen, maka informasi tersebut akan langsung sampai ke sistem komputer di Logistic Center.

“WMS dan TMS membuat pekerjaan menjadi lebih efisien dan kecepatan. Akurasi, jumlah barang yang banyak dan bervariasi mengurangi human error, sedangkan kecepatan merupakan tranformasi dari penggunaan kertas ke sistem,” pungkasnya.

Sumber : Akurat.co
Share:

Thursday, February 21, 2019

Ponsel Lipat dari Samsung Ini Dihargai Rp28 Juta

Tampilan ponsel lipat Samsung Galaxy Fold dengan teknologi jaringan 5G. | Sumber : wired.com

Samsung secara resmi memperkenalkan ponsel lipat terbarunya yang berteknologi jaringan 5G. Perilisan ponsel ini sebagai langkah untuk mengalahkan Apple dan pesaing Tiongkok di tengah tren penjualan Samsung yang menurun.

Presiden Samsung Electronics, DJ Koh mengatakan perangkat ini akan menjawab pendapat masyarakat bahwa mereknya sudah membuat semua produk yang mampu dilakukan perusahaannya, dilansir Reuters, Kamis (21/2)

"Kami di sini untuk membuktikan mereka salah,” kata DJ Koh.

Ponsel lipat bernama Samsung Galaxy Fold ini sudah mengadopsi jaringan generasi terbaru dan didesain mirip seperti ponsel pada umumnya, yaitu dengan layar depan 4,6 inci.

Dimensi layar 7,5 inci. | Sumber  : Pcworld.com


Namun, dengan teknologi lipatan layar yang dikabarkan akan sepeti buku, perangkat ini akan memiliki ukuran seperti tablet dengan dimensi layar 7,5 inci ketika dibuka.

Samsung mengungkapkan, ponselnya akan dapat mengisi daya headphone dan jam tangan pintar secara nirkabel dengan mengatur aksesoris di bagian belakang ponsel.

"Visi kami ialah menjadi inovator pengalaman mobile yang dapat menjangkau semua perangkat," ujar DJ Koh.

Founder Moor Insight and Strategy, Patrick Moorhead mengatakan, perangkat lipat tersebut dapat membantu Samsung tetap menjadi yang teratas di pasar ponsel dan dapat menarik konsumen untuk mengganti perangkatnya.

"Samsung dan Apple bolak-balik memimpin pasar ponsel pintar premium. Saya pikir ini adalah kesempatan Samsung untuk mengambil kembali inovasi,” kata Moorhead.

Samsung Galaxy Fold akan mulai dipasarkan pada 26 juni 2019 dengan harga sekitar Rp28 Juta.

Sumber : Akurat.co
Share:

CTI IT Infrastructure Summit 2019: : Manfaat Teknologi AI Untuk Tingkatkan Performa Bisnis

Direktur Computrade Technology Interasional (CTI Group), Rachmat Gunawan,

Artificial Intelligence semakin berkembang dan bisa dimanfaatkan untuk mentransformasi bisnis. Namun hal tersebut belum bisa dimanfaatkan secara efisien karena keterbatasan sumber daya manusia untuk memaksimalkan teknologi.

Rachmat Gunawan selaku Direktur Computrade Technology Interasional (CTI Group), menjelaskan, pada saat ini teknologi kecerdasan buatan tengah menjadi tren di Indonesia. AI banyak diaplikasikan dalam berbagai sektor mulai dari keuangan dan perbankan, kesehatan, automobile dan manufaktur.

“Namun, di balik itu ada berbagai tantangan seperti bagaimana mendefinisikan use case di perusahaan, keterbatasan SDM ahli dan ketersediaan infrastruktur yang memadai,” ujarnya, Kamis (21/2), dalam press conference IT Insfrastruktur Summit 2019.

Sepemikiran dengan Rachmat, Country Manager Aruba Indonesia, Robert Suryakusuma menuturkan, kecerdasan buatan berpotensi mentransformasi dan mengoptimalkan performa bisnis dalam pengelola jaringan, terutama dalam hal keamanan dan ketersediaan layanan.

“Dengan meningkatnya penggunaan perangkat pribadi maupun profesional di lingkungan kerja, keamanan menjadi semakin penting yang lantas memberikan tekanan dan kompleksitas lebih kepada tim IT,” tuturnya.

Para pelaku bisnis, kata Rachmat, perlu memiliki wawasan dan pemahaman yang baik terkait tools dan penerapannya. Sehingga, implementasi dari kecerdasan buatan dapat berjalan dengan tepat sesuai dengan visi perusahaan.

“AI memiliki peluang yang besar bagi semua industri. Adopsinya semakin luas, mulai dari deteksi fraud dan dokumen palsu di sektor keuangan, memberikan rekomendasi medis bagi pasien, efisiensi transportasi melalui self driving cars, hingga otomasi proses produksi di industri manufaktur,” jelas Rachmat.

Untuk itu, pihaknya akan menggelar acara tahunan bernama IT Infrastruktur Summit 2019 dengan tema AI for Business: Bringing Cognitive Technology to Business Application. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 13 maret 2019, dengan topik utama teknologi Artificial Intelligence dan perenannya bagi bisnis di Indonesia.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Facebook Bantah Telah Sengaja Langgar Aturan Privasi Data

Data Center Facebook. | Sumber : datacenterknowledge.com 

Facebook dikabarkan dengan sengaja melanggar aturan privasi data dan undang-undang persaingan di Inggris. Payung hukum tersebut mengharuskan pihak perusahaan tunduk kepada regulator untuk melindungi demokrasi dan hak warga negara.

Damian Collins selaku Ketua Komite Parlemen Inggris, mengatakan investigasi selama 18 bulan yang dilakukan pihaknya menyimpulkan bahwa perusahaan jejaring sosial tersebut telah sengaja melanggar privasi data dan undang-undang anti persaingan.

Terkait hal tersebut, Facebook menampik bahwa pihaknya telah melanggar aturan perlindungan data dan undang-undang persaingan. Perusahaan mengatakan bahwa hal tersebut hanya kekhawatiran komite Inggris tentang berita palsu dan integritas pemilu.

"Kami terbuka terhadap regulasi, yang berarti mendukung rekomendasi komite untuk reformasi hukum pemilu," kata manajer kebijakan publik Facebook, Karim Palant.

Pembuat undang-undang di Eropa dan Amerika Serikat tengah berusaha mengatasi risiko yang mungkin ditimbulkan perusahaan teknologi besar dalam mengatur kebijakan platformnya.

Untuk itu, Palant menegaskan Facebook mendukung undang-undang privasi yang lebih efektif dan mengharuskan perusahaan memiliki standar tinggi dalam mengelola data dan bersikap transparan kepada penggunanya.

Sumber : Akurat.co
Share:

Thursday, February 14, 2019

Xiaomi Hadirkan Produk Smart Home di Indonesia

Steven Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia. | Sumber : Beritagar.id

Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, rambah pasar smarthome di Indonesia. Pihaknya mengumumkan akan menghadirkan dua produk terbarunya Mi Robot Vacuum dan Mi LED Smart Bulb di Indonesia.

Xiaomi mengungkapan hadirnya teknologi rumah tangga pintar ini merupakan langkah untuk memperluas ekosistem produknya di Indonesia, dari keterangan tertulisnya. 

“Kami sangat antusias menghadirkan Mi Robot Vacuum dan Mi LED Smart Bulb, yang akan membantu mewujudkan visi kami untuk menghadirkan inovasi dan teknologi bagi semua orang,” ujar Head of Southeast Asia, Country Head Xiaomi Indonesia, Steven Shi, Kamis (14/2).

Pihaknya telah mengklaim teknologi smarthome besutannya dapat berkontribusi pada perkembangan teknologi yang saling terhubung dan mudah diakses melalui perangkat ponsel masyarakat Indonesia.

Xiaomi menjelaskan Mi Robot Vacuum memiliki teknologi yang diklaim dapat mendeteksi keadaan di sekitarnya dan memetakan lokasi untuk melakukan pembersihan di setiap sudut rumah.

“Karena setiap rumah memiliki desain dan tata ruang yang berbeda-beda, Mi Robot Vacuum dilengkapi dengan 12 sensor yang berbeda dan dapat beradaptasi dengan sekelilingnya,” ujar Xiaomi.

Sementara untuk Mi LED Smart Bulb, akan memiliki fitur optik yang diklaim mampu menstabilkan pencahayaan serta dapat dihubungkan dengan Wi-Fi dan terintegrasi dengan Xiaomi Smart Sensor.

“Para pengguna dapat mengendalikan lampu mereka dengan sentuhan di smartphone-nya,” kata Xiaomi.

Xiaomi menuturkan produk terbarunya akan dibandrol dengan harga Rp4,5 juta untuk Mi Robot Vacuum dan Rp299 ribu untuk Mi LED Smart Bulb. Produk ini baru di toko resmi Xiaomi di beberapa wilayah di Indonesia.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Pebisnis Terkenal AS Sebut ZTE dan Huawei China Berbahaya

George Soros | Sumber : marketwatch.com

Seorang pembisnis masyhur asal Amerika berketurunan yahudi, George Soros mengatakan bahwa teknologi, kecerdasan buatan dan semacamnya akan sangat berbahaya jika dikendalikan penuh oleh kepentingan negara.

Pertanyaan itu di lontarkan George, untuk pemerintah AS yang telah melakukan tindakan keras terhadap perusahaan teknologi China.

Berbicara kepada wartawan dan eksekutif yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, dia mengatakan pada hari Kamis (24/1) bahwa penggunaan teknologi semacam itu oleh pemerintah China adalah "bahaya yang mematikan."

Pengusaha itu mengatakan bahwa Amerika Serikat harus memberi lebih banyak tekanan kepada perusahaan teknologi China, seperti Huawei dan ZTE, yang telah dicap sebagai ancaman keamanan nasional oleh beberapa pejabat AS.

"Kita tidak boleh memperlakukan  ZTE dan Huawei dengan ringan. AS perlu menindak mereka," kata George seperti di lansir dari Reuters (29/1/2019).

George juga menambahkan jika perusahaan-perusahaan ini mendominasi pasar 5G, mereka akan menghadirkan risiko keamanan yang sangat berbahaya.

Huawei dan ZTE, yang membuat peralatan telekomunikasi dan telepon pintar, telah menghadapi pengawasan di AS akhir-akhir ini atas dugaan hubungan mereka dengan pemerintah China. Kedua perusahaan telah membantah tuduhan bahwa mereka menimbulkan ancaman keamanan.

Tahun lalu di Davos, Soros memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh perusahaan teknologi besar termasuk Google dan Facebook. Dia mengatakan mereka adalah biang monopoli yang berniat untuk tumbuh semakin kuat. 

Sumber : Akurat.co
Share:

Monday, January 28, 2019

Iklan Night Sight Terbaru Google Sindir Kamera Apple

Mode night sight | Sumber : Androidcentral.com

Perusahaan Google meluncurkan kampanye iklan baru yang membanggakan kemampuannya Night Sight pada perangkat Google Pixel 3. Fitur kamera yang menggunakan teknologi artificial intelligent untuk mengambil foto pada kondisi cahaya yang minim ini diklaim memiliki hasil pemotretan yang sangat mengesankan.

Melansir Ubergizmo, Senin (28/1), iPhone dianggap memiliki kamera terbaik di pasar ponsel pintar dalam satu dekade balakangan ini. Namun Google tidak tinggal diam. Google coba mengalahkan Apple dengan mengubah perangkat Nexus-nya menjadi ponsel yang terkenal dengan kameranya.

Pixel 3 dengan fitur kamera Night Sight ternyata sedikit demi sedikit bisa menyaingi dan bahkan menggoda pengguna Apple. Google dengan pede membandingkan beberapa hasil foto Google Pixel 3 dengan perangkat lain yang tidak lain adalah iPhone XS.


Hal tersebut diperkuat dengan cuitan Twitter akun @theREALMarvin yang menampilkan gambar perbedaan foto dari kedua perangkat. Pada foto sebelah kiri tertulis kalimat ‘Image Shot on iPhone XS’ di bagian kiri bawah, sementara foto sebelah kanan terlihat logo Google.

Lebih lanjut gambar tersebut menunjukan foto yang diambil dengan iPhone XS terlihat lebih gelap. Sedangkan hasil dari Google Pixel 3 dengan fitur Night Sight terlihat hasil yang lebih terang dan tajam.

Beberapa pihak berpendapat hasil foto yang diambil menggunakan Pixel 3 dinilai kurang alami. Namun, beberapa produsen ponsel lain seperti Samsung pada Galaxy S10 dikabarkan juga akan meluncurkan teknologi yang sama yang disebut sebagai Bright Night.

Sumber : Akurat.co
Share: