Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Sunday, March 31, 2019

Shanghai Klaim Jadi Distrik Pertama Gunakan 5G

Ilustrasi 5G. | Sumber : timesnow.com

Ngopim.blogspot.com - Hari Sabtu (30/3) waktu setempat, Shanghai Hongkou mengklaim telah menjadi distrik pertama di dunia dengan jangkauan 5G dan jaringan broadband gigabit.

"Percobaan jaringan 5G dimulai pada hari Sabtu di distrik Shanghai Hongkou, di mana stasiun induk 5G telah dikerahkan selama tiga bulan," dikutip dari China Daily, Minggu (31/3).

Wu Qing Wakil selaku Walikota Shanghai, melakukan panggilan video 5G pertama jaringan itu pada smartphone Mate X Huawei. Kota ini juga bertujuan untuk membangun lebih dari 10 ribu Base Transceiver Station (BTS) pada akhir tahun ini dan jumlah BTS 5G ditargetkan mencapai 30 ribu pada 2021 mendatang.

Pada bulan Februari lalu, Shanghai juga sudah mengumumkan program penyebaran 5G di stasiun kereta Hongqiao. Pengguna dapat menonton siaran langsung pertemuan balai kota dan bisa melakukan unduhan kilat ketika perangkat mereka telah mendukung jaringan 5G.

Shanghai juga berencana untuk membina lebih dari 100 perusahaan inovatif yang berspesialisasi dalam mengeksplorasi skenario aplikasi terkait 5G. Sementara itu, pemain besar smartphone negara itu, Huawei telah berinvestasi besar-besaran dalam R&D terkait pengembangan 5G.

Sumber : Akurat.co
Share:

Wednesday, March 20, 2019

Dengan Media Digital, Campina Ajak Pengguna Internet Untuk Rasakan Pengalaman Lintas Media

Es Krim Campina. | Sumber : investasi.kontan.co.id

Ngopim.blogspot.com - Persaingan bisnis es krim di Indonesia yang semakin ketat tak membuat PT Campina Ice Cream Industry Tbk gentar. Berbagai cara pun dilakukan oleh perusahaan asal Surabaya yang berdiri sejak 1972 silam ini untuk bisa memenangkan persaingan pasar.

"Kita bisa menargetkan pesan kita dilihat-dibaca-ditonton oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja, bahkan targeting by interest. And that’s one of the beauty of digital media,” terang Marketing Communication Manager PT Campina Ice Cream Industry Tbk, Harwindra Yoga Prasetya, S.E., M.M dalam keterangan resmi.  

Yoga menambahkan, membangun brand di dunia digital menjadi salah satu tantangan tersendiri untuk tim digital Campina Ice Cream. Salah satunya adalah bagaimana menempatkan brand Campina Ice Cream di benak penggemar es krim dari kalangan anak muda untuk tetap diingat, dikenal dan tertarik untuk mencoba dan makan es krim Campina di kesehariannya.

“Tentunya semua berawal dari konten yang ingin kita sampaikan ke khalayak, yang tidak harus semuanya bicara tentang produk dan layanan kita (hard selling), namun juga informasi-informasi seputar kandungan es krim dan manfaatnya untuk tubuh (soft selling)," jelasnya.  

Yoga menambahkan, tidak semua pengguna internet di media digital penggemar es krim. Namun, kata dia, dengan konten yang tepat, targeting yang tepat, strategi konten dan distribusi konten yang tepat, Campzina Ice Cream dapat menciptakan desire para penggemar es krim yang juga pengguna internet untuk mencoba produk baru, mengikuti digital campaign dan quizzes yang dilakukan, dan merasakan pengalaman bersama Campina Ice Cream lintas media.

Sumber : Akurat.co
Share:

Thursday, February 21, 2019

CTI IT Infrastructure Summit 2019: : Manfaat Teknologi AI Untuk Tingkatkan Performa Bisnis

Direktur Computrade Technology Interasional (CTI Group), Rachmat Gunawan,

Artificial Intelligence semakin berkembang dan bisa dimanfaatkan untuk mentransformasi bisnis. Namun hal tersebut belum bisa dimanfaatkan secara efisien karena keterbatasan sumber daya manusia untuk memaksimalkan teknologi.

Rachmat Gunawan selaku Direktur Computrade Technology Interasional (CTI Group), menjelaskan, pada saat ini teknologi kecerdasan buatan tengah menjadi tren di Indonesia. AI banyak diaplikasikan dalam berbagai sektor mulai dari keuangan dan perbankan, kesehatan, automobile dan manufaktur.

“Namun, di balik itu ada berbagai tantangan seperti bagaimana mendefinisikan use case di perusahaan, keterbatasan SDM ahli dan ketersediaan infrastruktur yang memadai,” ujarnya, Kamis (21/2), dalam press conference IT Insfrastruktur Summit 2019.

Sepemikiran dengan Rachmat, Country Manager Aruba Indonesia, Robert Suryakusuma menuturkan, kecerdasan buatan berpotensi mentransformasi dan mengoptimalkan performa bisnis dalam pengelola jaringan, terutama dalam hal keamanan dan ketersediaan layanan.

“Dengan meningkatnya penggunaan perangkat pribadi maupun profesional di lingkungan kerja, keamanan menjadi semakin penting yang lantas memberikan tekanan dan kompleksitas lebih kepada tim IT,” tuturnya.

Para pelaku bisnis, kata Rachmat, perlu memiliki wawasan dan pemahaman yang baik terkait tools dan penerapannya. Sehingga, implementasi dari kecerdasan buatan dapat berjalan dengan tepat sesuai dengan visi perusahaan.

“AI memiliki peluang yang besar bagi semua industri. Adopsinya semakin luas, mulai dari deteksi fraud dan dokumen palsu di sektor keuangan, memberikan rekomendasi medis bagi pasien, efisiensi transportasi melalui self driving cars, hingga otomasi proses produksi di industri manufaktur,” jelas Rachmat.

Untuk itu, pihaknya akan menggelar acara tahunan bernama IT Infrastruktur Summit 2019 dengan tema AI for Business: Bringing Cognitive Technology to Business Application. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 13 maret 2019, dengan topik utama teknologi Artificial Intelligence dan perenannya bagi bisnis di Indonesia.

Sumber : Akurat.co
Share:

Wednesday, February 20, 2019

Hadirkan Mode Zombie, PUBG Kolaborasi dengan Resident Evil 2

PUBG dan Zombie Resident Evil 2 | Sumber : duniaku.net

Berkolaborasi dengan Resident Evil 2, PUBG mobile akan hadir mode 'Zombie: Survive Till Dawn’. Dalam mode tersebut pemain akan menghadapi beberapa jenis zombie dari seri Resident Evil.

“Pengumuman terkait kerjasama kami dengan Resident Evil 2 ini menghasilkan banyak perbincangan di media dan di antara basis penggemar fanatik kedua game,” kata General Manager Global Publishing Center Tencent, Vincent Wang.

Dalam keterangan resminya, Wang mengungkap bahwa mode Zombie akan menampilkan permainan tiga hari dua malam dalam satu putaran selama 30 menit. Struktur yang digunakan adalah struktur permainan PUBG Mobile seperti biasa.

Wang menjelaskan, ketika permainan berubah dari siang ke petang dan menjadi waktu malam, zombie menjadi lebih agresif dan akan menghadirkan tantangan yang signifikan bagi pemain.

Kolaborasi ini juga memberikan pengalaman baru dengan hadirnya karakter dari Resident Evil ke dalam permainan seperti Police, Licker, dan G1 serta zombie lainnya yang diciptakan oleh tim PUBG Mobile.

“Karakter legendaris 'G’ dan 'Tyrant’ juga akan muncul secara acak dalam permainan pada waktu malam. Pemain juga dapat memenangkan berbagai karakter popular di Resident Evil 2, yaitu set ‘Leon & Claire’ skin, dan ‘Ada & Marvin’ skin di dalam game ini,” beber Wang.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Facebook Bantah Telah Sengaja Langgar Aturan Privasi Data

Data Center Facebook. | Sumber : datacenterknowledge.com 

Facebook dikabarkan dengan sengaja melanggar aturan privasi data dan undang-undang persaingan di Inggris. Payung hukum tersebut mengharuskan pihak perusahaan tunduk kepada regulator untuk melindungi demokrasi dan hak warga negara.

Damian Collins selaku Ketua Komite Parlemen Inggris, mengatakan investigasi selama 18 bulan yang dilakukan pihaknya menyimpulkan bahwa perusahaan jejaring sosial tersebut telah sengaja melanggar privasi data dan undang-undang anti persaingan.

Terkait hal tersebut, Facebook menampik bahwa pihaknya telah melanggar aturan perlindungan data dan undang-undang persaingan. Perusahaan mengatakan bahwa hal tersebut hanya kekhawatiran komite Inggris tentang berita palsu dan integritas pemilu.

"Kami terbuka terhadap regulasi, yang berarti mendukung rekomendasi komite untuk reformasi hukum pemilu," kata manajer kebijakan publik Facebook, Karim Palant.

Pembuat undang-undang di Eropa dan Amerika Serikat tengah berusaha mengatasi risiko yang mungkin ditimbulkan perusahaan teknologi besar dalam mengatur kebijakan platformnya.

Untuk itu, Palant menegaskan Facebook mendukung undang-undang privasi yang lebih efektif dan mengharuskan perusahaan memiliki standar tinggi dalam mengelola data dan bersikap transparan kepada penggunanya.

Sumber : Akurat.co
Share:

Monday, February 11, 2019

Mulai April Tahun Ini, Google Fiber Sudah Tak Tersedia di Louisville

Google Fiber.. | Sumber : 9to5google.com

Google Fiber, layanan internet gigabit raksasa pencarian internet, diluncurkan di Louisville, Kentucky bersama San Antonio, Texas pada 2017. Google telah memperluas fiber ke sekitar sembilan negara.

Dilansir dari laman The Verge, kini Google telah secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah memutuskan untuk tidak lagi menawarkan layanan Google Fiber di Louisville. Alasannya ada hubungannya dengan cara layanan itu diluncurkan di pasar.

Google menempatkan serat di parit yang lebih kecil di seluruh Louisville untuk mempercepat peluncuran dan juga mengurangi biaya. Ini telah menghasilkan masalah layanan yang terbukti mahal untuk diperbaiki.

Perusahaan mengatakan bahwa itu hanya akan memakan biaya terlalu banyak untuk memperbaiki masalah ini karena harus membangun jaringan dari awal sekali lagi. Sehingga perusahaan memutuskan untuk meninggalkan pasar.

Pengguna Google Fiber di Louisville akan dapat menggunakan layanan ini hingga 15 April mendatang dan dengan biaya layanan untuk dua bulan berikutnya ditanggung oleh Google.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, February 10, 2019

Berhati-hati Ketika Menggunakan Wifi Gratisan

Iluastrasi seseorang sedang mencoba wifi gratis. | Sumber : google

Chairman Lembaga Riset Kemanan SiberPratama Pershada, selaku Communication and Information System Security Research Center (CISSREC), menyatakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) perlu membuat acuan atau pedoman untuk masyarakat luas, tentang bagaimana mengamankan sistem jaringan yang dimilikinya.

“Jadi, tidak hanya sistem pemerintahan yang besar. Tetapi misalnya bagaimana akun-akun media sosial, mengamankan sistem website, bagaimana mengamankan jaringan komputer yang dimiliki UMKM, saya pikir dari sisi yang kecil itu akan menjadi, jika dari level bawahnya kuat, keatasnya insyallah kuat,” ujar Pratama, Sabtu (10/2) dalam talkshow Darurat Ancaman Siber di Jakarta.

Pratama menuturkan, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia telah terhubung dan kehidupan sehari-harinya bergantung kepada internet. Ia mengatakan, terdapat 143 juta lebih pengguna internet di Indonesia, di mana 86 persen diantaranya menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet.

“Setiap hari, orang-orang ini menggunakan internet selama 8 jam. Kebayang gak, hampir hidupnya itu selalu connect dengan internet. Akibatnya banyak fakir sinyaldimana-mana. Fakir sinyal artinya kemana-mana nyari wifi,” tuturnya.

Belum adanya pedoman yang jelas untuk masyarakat mengamankan sistem dan pola konsumsi internet yang tinggi, dapat menjadi celah penyerang untuk melakukan serangan siber, terutama melalui jaringan wifi publik.

“Nah disitu lah kita menjadi target. Ketika kita mengunakan wifi gratisan di kafe atau di jalan, ‘wih ada wifi nih’. Begitu kita login, kita masuk ke Facebook, akun-akun media sosial, bahkan kita menggunakan internet (mobile) banking, dengan menggunakan wifi gratisan itu, akhirnya apa, dicuri (data) kita semuanya. Nah itu kita harus hati-hati,” kata Pratama.

Pratama menegaskan untuk masyarakat lebih berhati-hati menggunakan akses umum, terutama ketika melakukan transaksi perbankan. Hal tersebut karena jaringan wifi publik sangat rentan diserang dan mudah untuk dilakukan peretasan.

“Karena terlalu mudah untuk saat ini melakukan hacking. Untuk pengambil alihan akun, untuk pembelokan transaksi, terlalu mudah. Sehingga kalau kita ingin melakukan transaksi perbankan, sebisa mungkin menggunakan jaringan kita sendiri, internet mobile kita sendiri, internet di rumah kita, jangan menggunakan internet yang ada di publik,” ungkap Pratama.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, February 3, 2019

Apple Dikabarkan Akan Aktifkan Kembali FaceTime

Fitur grup obrolan video FaceTime | Sumber : macrumors.com

Apple dikabarkan telah melakukan perbaikan kesalahan privasi pada aplikasi video chat FaceTime dan berencana untuk meningkatkan penanganan terkait laporan bug pengguna pada perangkatnya.

Apple telah mengungkapkan akan memperbaiki kesalahan pada aplikasi chat FaceTime yang memungkinkan penggunanya untuk mendengar suara dari orang yang dipanggil sebelum orang tersebut menjawab panggilan, Dilansir dari Reuters.

Bug tersebut pertama kali ditemukan oleh Grant Thompson bersama Ibunya, Michele. Mereka mencoba melaporan kesalahan tersebut kepada Apple. Namun, laporan tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak perusahaan sampai akhirnya Apple mulai melirik permasalahan tersebut ketika mulai ramai di media sosial.

Apple kemudian mengambil langkah untuk mematikan fitur oborolan grup FaceTime dan berusaha memperbaiki masalah tersebut.

“Kami telah memperbaiki bug di server Apple dan akan mengaktifkan kembali fitur tersebut pada minggu depan,” ujar Apple.

Menurut Thompson, sebelum mendapatkan tanggapan dari Apple, keluarganya telah melakukan berbagai cara untuk melaporkan bug tersebut melalui layanan telepon, email, dan postingan online. Mereka bahkan mengirim surat resmi dari firma hukumnya selama sembilan hari.

Apple pun menanggapi aduan tersebut. Apple tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada keluarga Thompson karena melaporkan permasalahan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan proses, di mana kita menerima laporan dan meningkatkan pelayananya agar pihak pelapor langsung dibawa ke orang yang tepat secepat mungkin,” tutur Apple dalam keterangan tertulisnya.

Terkait permasalahan tersebut, Guberner negara bagian New York, Andrew Cuomo, menjelaskan pihaknya sedang menyelidiki kegagalan Apple untuk memperingatkan penggunanya akan adanya bug tersebut.

Sumber : Akurat.co
Share: