Showing posts with label Facebook. Show all posts
Showing posts with label Facebook. Show all posts

Monday, March 18, 2019

PM Australia Salahkan Platform Live Streaming dan Minta Layanan Ditangguhkan

Ilustrasi Facebook. | Sumber : 

Tragedi teror penembakan massal di masjid Selandia Baru yang menewaskan puluhan orang, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyerukan agar layanan live streaming ditangguhkan di semua platform yang ada saat ini.

Dikutip dari Australian Financial Review, Selasa (19/3), Morrison menganggap perusahaan teknologi telah gagal merespon secara efektif terhadap situasi seperti itu. Si pelaku sendiri memang melakukan aksi biadabnya itu sembari melakukan live streaming berdurasi 17 menit di Facebook.

"Di masa lalu, live streaming semacam ini telah dihentikan di Facebook, dan jaminan diberikan bahwa ketika layanan dihadirkan kembali hal mengerikan seperti itu bisa dihindari," kata Morrison.

Sebelumnya, pihak Facebook mengklaim dalam kurun waktu 24 jam setelah kejadian telah menghapus 1,5 juta video terkait teror yang menggunakan platformnya tersebut. Sebanyak 1,2 juta video diantaranya juga telah diblokir saat diunggah.

Kini, Brenton Harrison Tarrant, pria kulit putih Australia yang menjadi pelaku utama penembakan di masjid Christchurch didakwa dengan tuduhan pembunuhan dan terancam hukuman mati atau seumur hidup. Pria 28 tahun ini akan menjalani sidang di Pengadilan Tinggi South Island pada 5 April mendatang.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, February 19, 2019

Facebook Bantah Telah Sengaja Langgar Aturan Privasi Data

Data Center Facebook. | Sumber : datacenterknowledge.com 

Facebook dikabarkan dengan sengaja melanggar aturan privasi data dan undang-undang persaingan di Inggris. Payung hukum tersebut mengharuskan pihak perusahaan tunduk kepada regulator untuk melindungi demokrasi dan hak warga negara.

Damian Collins selaku Ketua Komite Parlemen Inggris, mengatakan investigasi selama 18 bulan yang dilakukan pihaknya menyimpulkan bahwa perusahaan jejaring sosial tersebut telah sengaja melanggar privasi data dan undang-undang anti persaingan.

Terkait hal tersebut, Facebook menampik bahwa pihaknya telah melanggar aturan perlindungan data dan undang-undang persaingan. Perusahaan mengatakan bahwa hal tersebut hanya kekhawatiran komite Inggris tentang berita palsu dan integritas pemilu.

"Kami terbuka terhadap regulasi, yang berarti mendukung rekomendasi komite untuk reformasi hukum pemilu," kata manajer kebijakan publik Facebook, Karim Palant.

Pembuat undang-undang di Eropa dan Amerika Serikat tengah berusaha mengatasi risiko yang mungkin ditimbulkan perusahaan teknologi besar dalam mengatur kebijakan platformnya.

Untuk itu, Palant menegaskan Facebook mendukung undang-undang privasi yang lebih efektif dan mengharuskan perusahaan memiliki standar tinggi dalam mengelola data dan bersikap transparan kepada penggunanya.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Pebisnis Terkenal AS Sebut ZTE dan Huawei China Berbahaya

George Soros | Sumber : marketwatch.com

Seorang pembisnis masyhur asal Amerika berketurunan yahudi, George Soros mengatakan bahwa teknologi, kecerdasan buatan dan semacamnya akan sangat berbahaya jika dikendalikan penuh oleh kepentingan negara.

Pertanyaan itu di lontarkan George, untuk pemerintah AS yang telah melakukan tindakan keras terhadap perusahaan teknologi China.

Berbicara kepada wartawan dan eksekutif yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, dia mengatakan pada hari Kamis (24/1) bahwa penggunaan teknologi semacam itu oleh pemerintah China adalah "bahaya yang mematikan."

Pengusaha itu mengatakan bahwa Amerika Serikat harus memberi lebih banyak tekanan kepada perusahaan teknologi China, seperti Huawei dan ZTE, yang telah dicap sebagai ancaman keamanan nasional oleh beberapa pejabat AS.

"Kita tidak boleh memperlakukan  ZTE dan Huawei dengan ringan. AS perlu menindak mereka," kata George seperti di lansir dari Reuters (29/1/2019).

George juga menambahkan jika perusahaan-perusahaan ini mendominasi pasar 5G, mereka akan menghadirkan risiko keamanan yang sangat berbahaya.

Huawei dan ZTE, yang membuat peralatan telekomunikasi dan telepon pintar, telah menghadapi pengawasan di AS akhir-akhir ini atas dugaan hubungan mereka dengan pemerintah China. Kedua perusahaan telah membantah tuduhan bahwa mereka menimbulkan ancaman keamanan.

Tahun lalu di Davos, Soros memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh perusahaan teknologi besar termasuk Google dan Facebook. Dia mengatakan mereka adalah biang monopoli yang berniat untuk tumbuh semakin kuat. 

Sumber : Akurat.co
Share: