Showing posts with label Google. Show all posts
Showing posts with label Google. Show all posts

Tuesday, March 19, 2019

Bocor, Ini Spesifikasi Terbaru Google Pixel 3a dan Google Pixel 3a XL

Google Pixel 3a XL dan Google Pixel 3a. | Sumber : Onleaks/91Mobiles

Ngopim.blogspot.com - Dua smartphone kelas menengah (mid-range) dipersiapkan oleh raksasa dari Mountain View. Menurut bocoran dari Leaks@91mobile, Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL merupakan produk pertama Google yang menggunakan Android Q. 

Google Pixel 3a XL | Sumber : 9to5google.com

Google Pixel 3a memiliki layar OLED 5,6 inci. Resolusinya 2,220 × 1,080 piksel. Sementara, Pixel 3a XL memiliki layar 6 inci.

Bocoran Google Pixel 3a XL. | Sumber : Onleaks/91Mobiles
Tidak hanya dua warna klasik Clearly White dan Just Black saja, rencananya smartphone ini akan meluncurkan warna dan varian ketiganya dalam waktu dekat.

Kabarnya, dua ponsel keluaran Google ini akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 670, dengan RAM 4GB, kamera depan 8 megapiksel, kamera belakang 12 megapiksel dan kapasitas baterai 3.000 mAh.

Untuk sekarang ini masih belum ada antisipasi pada harga dan ketersediaan. Jadi tetap pantau terus di akurat.co.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, March 10, 2019

Seperti Ini Penampakan Kontroler Layanan Streaming Game Google

Paten Kontrol Layanan Streaming Game Google. | Sumber : duniagames.com

Ngopim.blogspot.com - Pada awal 2019, Google tengah mengeksplorasi layanan streaming game yang ditenagai oleh Chromecast. Hari ini, Minggu (10/3) perusahaan tersebut menunjukan paten yang dikabarkan akan menjadi kontrol dari layanan tersebut.

Paten tersebut ialah untuk sistem kontrol notifikasi yang memberitahukan pengguna saat permainan tersedia. Pengguna dimungkinkan menerima undangan, peluang status peringkat, dan permintaan obrolan dari pengguna lain, dilansir The Verge, Minggu (10/3), 

Namun, dalam detail paten tersebut terlihat serangkaian ilustrasi yang menunjukan bahwa kontrol juga dirancang untuk permainan, di mana terdapat dual-joystick, tombol arah dan gameplay.

Ilustrasi tersebut juga memperlihatkan icon mikrofon yang mengisyaratkan perangkat tersebut nantinya kompetibel dengan asisten suara.

Akhir bulan ini, Google menjadi tuan rumah Game Developers Conference. Perhelatan tersebut dikabarkan dapat diputar dengan layanan streaming, yang dikabarkan bisa disamakan dengan ‘Netflix for Game’.

Layanan streaming tersebut dibangun dengan teknologi Google yang dikembangkan untuk uji coba Project Stream tahun lalu.

Sumber : Akurat.co
Share:

Sunday, February 24, 2019

Menurut Hasil Studi : 85% Ekstensi Chrome Tidak Miliki Kebijakan Privasi

Ekstensi Google Chrome. | Sumber : knowrality.com

Ekstensi browser seperti Google Chrome memang sangat berguna seperti mampu memblokir iklan, mengelola kata sandi, menyimpan artikel untuk dilihat secara offline, pintasan, dan banyak lagi.

Sayangnya menurut sebuah studi dari Duo Lab, sejumlah ekstensi browser Chrome dilaporkan tidak memiliki kebijakan privasi.

Dikutip dari Engadget, Senin (25/2), Duo Lab mengklaim telah menganalisis ekstensi Chrome berdasarkan 120 ribu aplikasi yang ada di Chrome Web Store. Hasilnya ditemukan bahwa 85 persen ekstensi tidak memiliki kebijakan privasi. Jadi, tak ada jaminan bahwa data pengguna yang dikumpulkan oleh sejumlah ekstensi tersebut tidak dibagikan kepada pihak lain.

Studi ini juga menemukan bahwa 35 persen dari aplikasi dan ekstensi juga dapat membaca data di situs web apa pun yang dikunjungi pengguna. Sebelumnya, Google sendiri telah mengambil langkah-langkah tertentu untuk meningkatkan keamanan Chrome.

Upaya Google seperti dengan memblokir pemasangan ekstensi di luar Chrome Web Store-nya belum cukup mengatasi masalah keamanan data pribadi pengguna. Masih banyak celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk mengumpulkan data secara ilegal dan akan menjadi PR buat Google kedepannya.

Sementara itu, banyak diantara kalian yang mungkin juga menggunakan ekstensi pada browser. Satu tips sederhana guna mencegah data-data pribadi dihimpun secara ilegal yaitu jangan malas melakukan riset terhadap sejumlah ekstensi yang beredar. Selalu periksa latar belakang maupun ulasan sebelum memasangnya.

Sumber : Akurat.co
Share:

Wednesday, February 13, 2019

Google Berencana Akan Kembangkan Prosesor Besutan Sendiri

Kantor pusar google. | Sumber : google

Semakin kesini banyak produsen smartphone yang sangat bergantung pada perusahaan seperti Qualcomm untuk chipset yang digunakan di gawai mereka. Namun ada beberapa yang mulai lebih mandiri, seperti Samsung yang memiliki chipset Exynos sendiri, dan Huawei dengan prosesor Kirin mereka.

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (13/2) Google juga dikabarkan tertarik untuk mengembangkan chipset mereka sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, rumor tentang Google yang bekerja untuk mengembangkan chipset mereka sendiri memang sudah terdengar. Merekrut tenaga ahli dari Apple jadi salah satu langkah perusahaan.

Ilustrasi processor. | Sumber : phoneworld.com

Saat ini, sebuah laporan terbaru menyebut bahwa Google akan memperluas upaya mereka dalam mengembangkan chipset besutannya sendiri yang berjuluk "GChip" dengan mempekerjakan tenaga ahli baru dari India.

Google sendiri belum mau mengomentari perekrutan terbarunya itu. Banyak pihak yang mengatakan bahwa langkah perusahaan tersebut bukanlah sesuatu hal mengejutkan, mengingat sebagian besar pembuat chipset memang berasal dari negara itu.

Google sebelumnya telah merancang chip server komputer untuk pusat datanya, serta chip pemrosesan gambar untuk smartphone besutan mereka sendiri, Pixel. Jadi, menjadi hal yang logis bahwa Google juga berhasrat mengembangkan prosesor sendiri untuk mentenagai smartphone-nya sehingga tak perlu lagi bergantung pada pihak ketiga.

Sumber : Akurat.co
Share:

Tuesday, January 29, 2019

Pebisnis Terkenal AS Sebut ZTE dan Huawei China Berbahaya

George Soros | Sumber : marketwatch.com

Seorang pembisnis masyhur asal Amerika berketurunan yahudi, George Soros mengatakan bahwa teknologi, kecerdasan buatan dan semacamnya akan sangat berbahaya jika dikendalikan penuh oleh kepentingan negara.

Pertanyaan itu di lontarkan George, untuk pemerintah AS yang telah melakukan tindakan keras terhadap perusahaan teknologi China.

Berbicara kepada wartawan dan eksekutif yang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, dia mengatakan pada hari Kamis (24/1) bahwa penggunaan teknologi semacam itu oleh pemerintah China adalah "bahaya yang mematikan."

Pengusaha itu mengatakan bahwa Amerika Serikat harus memberi lebih banyak tekanan kepada perusahaan teknologi China, seperti Huawei dan ZTE, yang telah dicap sebagai ancaman keamanan nasional oleh beberapa pejabat AS.

"Kita tidak boleh memperlakukan  ZTE dan Huawei dengan ringan. AS perlu menindak mereka," kata George seperti di lansir dari Reuters (29/1/2019).

George juga menambahkan jika perusahaan-perusahaan ini mendominasi pasar 5G, mereka akan menghadirkan risiko keamanan yang sangat berbahaya.

Huawei dan ZTE, yang membuat peralatan telekomunikasi dan telepon pintar, telah menghadapi pengawasan di AS akhir-akhir ini atas dugaan hubungan mereka dengan pemerintah China. Kedua perusahaan telah membantah tuduhan bahwa mereka menimbulkan ancaman keamanan.

Tahun lalu di Davos, Soros memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh perusahaan teknologi besar termasuk Google dan Facebook. Dia mengatakan mereka adalah biang monopoli yang berniat untuk tumbuh semakin kuat. 

Sumber : Akurat.co
Share:

Monday, January 28, 2019

Iklan Night Sight Terbaru Google Sindir Kamera Apple

Mode night sight | Sumber : Androidcentral.com

Perusahaan Google meluncurkan kampanye iklan baru yang membanggakan kemampuannya Night Sight pada perangkat Google Pixel 3. Fitur kamera yang menggunakan teknologi artificial intelligent untuk mengambil foto pada kondisi cahaya yang minim ini diklaim memiliki hasil pemotretan yang sangat mengesankan.

Melansir Ubergizmo, Senin (28/1), iPhone dianggap memiliki kamera terbaik di pasar ponsel pintar dalam satu dekade balakangan ini. Namun Google tidak tinggal diam. Google coba mengalahkan Apple dengan mengubah perangkat Nexus-nya menjadi ponsel yang terkenal dengan kameranya.

Pixel 3 dengan fitur kamera Night Sight ternyata sedikit demi sedikit bisa menyaingi dan bahkan menggoda pengguna Apple. Google dengan pede membandingkan beberapa hasil foto Google Pixel 3 dengan perangkat lain yang tidak lain adalah iPhone XS.


Hal tersebut diperkuat dengan cuitan Twitter akun @theREALMarvin yang menampilkan gambar perbedaan foto dari kedua perangkat. Pada foto sebelah kiri tertulis kalimat ‘Image Shot on iPhone XS’ di bagian kiri bawah, sementara foto sebelah kanan terlihat logo Google.

Lebih lanjut gambar tersebut menunjukan foto yang diambil dengan iPhone XS terlihat lebih gelap. Sedangkan hasil dari Google Pixel 3 dengan fitur Night Sight terlihat hasil yang lebih terang dan tajam.

Beberapa pihak berpendapat hasil foto yang diambil menggunakan Pixel 3 dinilai kurang alami. Namun, beberapa produsen ponsel lain seperti Samsung pada Galaxy S10 dikabarkan juga akan meluncurkan teknologi yang sama yang disebut sebagai Bright Night.

Sumber : Akurat.co
Share: